Pada posting saya sebelumnya saya pernah sampaikan bahwa 3 hal yang
seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup atau
bahkan sangat sulit, yaitu bagaimana menggunakan dan menguasai kopling,
mengendalikan kemudi/stir, dan feeling. Nah kali ini saya akan
lanjutkan bagaimana menggunakan feeling saat menyetir mobil dan seberapa
penting dan seberapa besar peranan feeling ini dalam prakteknya.
Seperti kita semua ketahui bahwa mengendarai mobil berbeda jauh dengan mengendarai motor. Karena kedua jenis kendaraan tersebut memang sangat jauh berbeda dalam hal pengendaliannya, sebut saja motor dengan kemudi yang dapat kita belokkan langsung sedangkan mobil dengan cara memutar kemudi/stir, begitu juga bodi motor dapat kita lihat dengan mudah pada semua sisinya, dapat kita tahan dengan mudah dengan kaki dan dapat kita kuasai dengan tidak membutuhkan banyak ruang dan alat bantu sedangkan mobil tidak bisa kita kendalikan langsung dengan anggota badan kita melainkan hanya bisa dengan alat seperti stir, spion, menoleh, dan karena bodinya besar tidak semua alat bantu tersebut dapat membantu kita menguasai semua sisi mobil dan karena itulah satu-satunya yang bisa kita manfaatkan adalah menggunakan kemampuan feeling. Feeling memang tidak selalu akurat, tapi jusru feelinglah yang banyak dimainkan saat menyetir mobil. Lalu bagaimana agar bisa menggunakan feeling terutama untuk pengemudi pemula, mari kita bahas satu per satu.
Karena bodi mobil sangatlah besar maka alat bantu seperti spion wajib
ada. Pastikan posisi spion memungkinkan Anda dapat melihat bagian
belakang mobil dengan mudah, baik spion kiri, kanan, maupun spion
lainnya. Saat Anda membawa mobil pada jalan raya yang lurus yang disetai
garis marka, Anda dapat melihat posisi mobil baik dari spion kiri
maupun dari spion kanan. Perhatikan apakah Anda terlalu mepet atau
terlalu ke tengah. Jika terlalu ke kiri Anda perlu memutar stir sedikit
ke kanan, begitu juga sebaliknya. Nah setelah posisi sudah ideal,
perhatikan jalan di depan, cobalah merasakan bagaimana mobil tersebut
berjalan tanpa Anda melihat spion, bagi pemula mulailah beberapa saat
saja, lalu sesekali lihatlah spion, apakah masih tepat atau mulai
bergeser ke kiri atau ke kanan lagi. Lakukan terus menerus, jika Anda
sudah bisa dalam waktu yang terbatas, perpanjang waktunya, jangan
melihat spion terlalu cepat, rasakan mobil Anda berjalan jika Anda
merasa kurang ke kanan arahkan ke kanan jika Anda merasa kurang ke kiri
arahkan ke kiri. Pada akhirnya otak Anda akan terbiasa dengan kondisi
ini dan feeling Anda sedikit demi sedikit akan semakin bagus. Semakin
Anda terus berlatih maka pada waktunya nanti Anda akan lebih nyaman
menggunakan feeling ketimbang melihat spion. Karena spion fungsi
utamanya adalah untuk melihat kondisi di sekitar mobil bukan untuk
memosisikan mobil saat berjalan normal kecuali untuk kondisi tertentu
seperti jalanan sangat sempit.
Pada tikungan cara ini tidak bisa digunakan, karena saat menikung apa yang Anda lihat di spion akan berbeda dengan apa yang sedang dilalui oleh mobil. Oleh karena itu sebelum feeling Anda benar-benar bagus, cara terbaik saat menikung adalah dengan jalan perlahan. Dengan berjalan perlahan, seburuk-buruknya feeling Anda saat ini, tikungan masih dapat dilalui dengan mudah, meskipun awalnya Anda sangat bersusah payah melaluinya.
Saat perpapasan di jalan raya yang disertai marka jalan, Anda tentu
dapat dengan mudah memosisikan jalannya mobil, jika Anda sudah berada di
sebelah kiri kira-kira 1 sampai 2 kali lebar spion dari garis marka
tengah dan begitu juga mobil yang datang dari depan, maka berpapasan
sudah aman meskipun mobil berlari cukup kencang. Lain halnya di jalan
kecil atau gang sempit, Anda harus mengira-ngira apakah mobil Anda dapat
lewat dengan mulus saat berpapasan. Pada kondisi ini kemampuan feeling
sangatlah dibutuhkan. Untuk membantu feeling Anda ada beberapa cara, di
antaranya jika lebar mobil Anda dan mobil dari depan sama (ada baiknya
jika Anda lebih paham dengan berbagai macam model mobil beserta
ukurannya terutama lebarnya) maka Anda bisa lihat apakah sisa jalan sama
dengan ukuran mobil di depan Anda, jika sedikit lebih besar maka mobil
Anda bisa lewat. Jika sama atau lebih kecil maka tidak bisa, untuk itu
perlu mencari area jalan yang bahu jalannya bisa dilewati, tapi ingat
harus tetap hati-hati karena jalan-jalan kecil di perkampungan biasanya
bahu jalannya ditutupi rumput sehingga kita tidak tahu apakah bisa
dilewati dengan aman atau justru malah terdapat lobang atau tanahnya
miring yang membuat mobil bisa terperosok.
Untuk memastikan perkiraan Anda benar, maka yang paling tepat adalah berjalan dengan perlahan, dengan demikian Anda dapat mengetahui jika ternyata perkiraan Anda kurang tepat dan segera membelokkan mobil atau berhenti sebelum berserempetan dengan mobil dari depan.
Jika jalanan memadai, tidak terlalu lebar tidak juga sempit, Anda cukup memepetkan mobil Anda sedikit di ujung aspal sebelah kiri, hal ini juga akan dilakukan oleh mobil dari depan dan selanjutnya kedua mobil berjalan lurus.
Hal yang sama juga dilakukan jika Anda menyalip mobil juga, untuk jalanan terbatas seperti ini, maka Anda harus mengambil seluruh lajur sebelah kanan. Agar lebih aman, pastikan lajur kanan sedang sepi dari semua kendaraan termasuk sepeda dan sepeda motor.
Untuk melatihnya ada beberapa kiat, pahami mobil Anda apakah moncongnya pendek atau panjang. Cobalah praktek misal di parkiran seolah Anda sedang berada di jalan raya, aturlah setidaknya mobil Anda berjarak 1 meter atau 1,5 meter dari benda di depan. Jarak 1 meter cukup aman untuk parkir, berhenti di lampu merah atau jalanan macet. Jarak ini juga tidak akan diisi oleh kendaraan lain bahkan sepeda motor sekalipun. Jarak ini juga cukup jika Anda tiba-tiba berubah pikiran dan ingin menyalip kendaraan di depan atau ingin berbelok arah. Dengan memutar stir penuh mobil Anda sudah bisa keluar dari antrian ini. Setelah itu rasakan dan ingat atau lakukan beberapa kali sampai Anda terbiasa, dengan demikian setiap kali Anda menemui kondisi seperti ini Anda dapat berhenti dengan jarak yang seperti itu juga tanpa repot-repot lagi mendongakkan kepala melihat ke depan.
Read more ...
Seperti kita semua ketahui bahwa mengendarai mobil berbeda jauh dengan mengendarai motor. Karena kedua jenis kendaraan tersebut memang sangat jauh berbeda dalam hal pengendaliannya, sebut saja motor dengan kemudi yang dapat kita belokkan langsung sedangkan mobil dengan cara memutar kemudi/stir, begitu juga bodi motor dapat kita lihat dengan mudah pada semua sisinya, dapat kita tahan dengan mudah dengan kaki dan dapat kita kuasai dengan tidak membutuhkan banyak ruang dan alat bantu sedangkan mobil tidak bisa kita kendalikan langsung dengan anggota badan kita melainkan hanya bisa dengan alat seperti stir, spion, menoleh, dan karena bodinya besar tidak semua alat bantu tersebut dapat membantu kita menguasai semua sisi mobil dan karena itulah satu-satunya yang bisa kita manfaatkan adalah menggunakan kemampuan feeling. Feeling memang tidak selalu akurat, tapi jusru feelinglah yang banyak dimainkan saat menyetir mobil. Lalu bagaimana agar bisa menggunakan feeling terutama untuk pengemudi pemula, mari kita bahas satu per satu.
Menggunakan alat bantu ketika belum terbiasa dengan feeling
Pada tikungan cara ini tidak bisa digunakan, karena saat menikung apa yang Anda lihat di spion akan berbeda dengan apa yang sedang dilalui oleh mobil. Oleh karena itu sebelum feeling Anda benar-benar bagus, cara terbaik saat menikung adalah dengan jalan perlahan. Dengan berjalan perlahan, seburuk-buruknya feeling Anda saat ini, tikungan masih dapat dilalui dengan mudah, meskipun awalnya Anda sangat bersusah payah melaluinya.
Memanfaatkan mobil lain yang berada beriringan di depan mobil Anda
Untuk membantu melatih feeling, saat sedang berjalan beriringan dengan mobil lain, Anda bisa memanfaatkannya. Perhatikan apakah mobil di depan berjalan di posisi yang tepat. Jika iya, maka berusahalah memosisikan mobil Anda sama persis dengannya. Anda bisa membayangkan posisi Anda berada di satu garis lurus dengan pengemudi mobil di depan Anda. Bantulah perkiraan Anda tersebut dengan tetap melihat ke spion sampai Anda benar-benar mahir melakukannya.Berpapasan di jalan atau gang sempit
Untuk memastikan perkiraan Anda benar, maka yang paling tepat adalah berjalan dengan perlahan, dengan demikian Anda dapat mengetahui jika ternyata perkiraan Anda kurang tepat dan segera membelokkan mobil atau berhenti sebelum berserempetan dengan mobil dari depan.
Jika jalanan memadai, tidak terlalu lebar tidak juga sempit, Anda cukup memepetkan mobil Anda sedikit di ujung aspal sebelah kiri, hal ini juga akan dilakukan oleh mobil dari depan dan selanjutnya kedua mobil berjalan lurus.
Menyalip kendaraan kecil di depan Anda
Sudah bisa dipastikan jika Anda menggunakan mobil maka Anda harus bisa menyalip dengan baik, berbeda dengan sepeda motor ketika hendak menyalip masih cukup banyak area yang dilewati karena ukurannya kecil. Mobil menyalip meskipun hanya menyalip orang yang sedang bersepeda, untuk jalanan standar Indonesia mau gak mau harus mengambil jalur di sebelah kanan. Jalanan di Indonesia meskipun di tingkat propinsi masih banyak sekali yang ukurannya hanya sekitar 3 kali mobil berjejer atau justru lebih kecil, itu berarti jika di bagi 2 hanya tersisa satu setengah kali lebar mobil. Sepeda atau sepeda motor setidaknya mengambil area jalan 2/3 dari lebar mobil. Jika Anda menyalip setidaknya Anda mengambil 2/3 juga ke sebelah kanan. Oleh karenea itu jika ingin menyalip pada jalan seperti ini khususnya bagi pemula sebaiknya tunggu sampai jalur sebelah kanan tidak ada kendaraan lain terutama mobil, sehingga Anda tidak akan ragu untuk mengambil lajur kanan untuk menyalip kendaraan kecil di depan Anda. Lebih baik menjaga jarak agak jauh daripada terlalu ngepas, takutnya kendaraan di depan tiba-tiba agak berbelok ke kanan, atau seringkali sepeda jalannya tidak lurus (menggak menggok) sehingga beresiko terserempet.Hal yang sama juga dilakukan jika Anda menyalip mobil juga, untuk jalanan terbatas seperti ini, maka Anda harus mengambil seluruh lajur sebelah kanan. Agar lebih aman, pastikan lajur kanan sedang sepi dari semua kendaraan termasuk sepeda dan sepeda motor.
Mengukur jarak kendaraan atau benda lain di depan mobil
Pada saat memarkir, berjalan merayap, berhenti di jalanan macet atau lampu merah, dll Anda perlu tau seberapa sebaiknya jarak moncong mobil Anda dengan benda-benda tersebut. Memang jika mau aman atur aja jaraknya agak jauh, tapi ini tidaklah tepat, karena jika Anda memarkir mobil areanya sangat terbatas, jika Anda berhenti di depan lampu merah dan Anda paling depan Anda harus dekat dengan garis terdepan, jika Anda berhenti atau berjalan beriringan dengan pelan saat kemacetan Anda harus cukup dekat jika tidak kendaraan di belakang Anda akan meng-klakson Anda terus atau para sepeda motor akan mengambil alih area di depan Anda sampai penuh. Jadi solusi yang paling tepat adalah jarak Anda cukup dekat tapi tidak mepet (ingat ini saat berjalan pelan atau berhenti, bukan pada saat mobil sedang melajut misal diatas 30 km per jam).Untuk melatihnya ada beberapa kiat, pahami mobil Anda apakah moncongnya pendek atau panjang. Cobalah praktek misal di parkiran seolah Anda sedang berada di jalan raya, aturlah setidaknya mobil Anda berjarak 1 meter atau 1,5 meter dari benda di depan. Jarak 1 meter cukup aman untuk parkir, berhenti di lampu merah atau jalanan macet. Jarak ini juga tidak akan diisi oleh kendaraan lain bahkan sepeda motor sekalipun. Jarak ini juga cukup jika Anda tiba-tiba berubah pikiran dan ingin menyalip kendaraan di depan atau ingin berbelok arah. Dengan memutar stir penuh mobil Anda sudah bisa keluar dari antrian ini. Setelah itu rasakan dan ingat atau lakukan beberapa kali sampai Anda terbiasa, dengan demikian setiap kali Anda menemui kondisi seperti ini Anda dapat berhenti dengan jarak yang seperti itu juga tanpa repot-repot lagi mendongakkan kepala melihat ke depan.