Breaking News

Saturday, 14 January 2017

Gunakan Perasaan saat Mengemudi

Pada posting saya sebelumnya saya pernah sampaikan bahwa 3 hal yang seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup atau bahkan sangat sulit, yaitu bagaimana menggunakan dan menguasai kopling, mengendalikan kemudi/stir, dan feeling. Nah kali ini saya akan lanjutkan bagaimana menggunakan feeling saat menyetir mobil dan seberapa penting dan seberapa besar peranan feeling ini dalam prakteknya.

Seperti kita semua ketahui bahwa mengendarai mobil berbeda jauh dengan mengendarai motor. Karena kedua jenis kendaraan tersebut memang sangat jauh berbeda dalam hal pengendaliannya, sebut saja motor dengan kemudi yang dapat kita belokkan langsung sedangkan mobil dengan cara memutar kemudi/stir, begitu juga bodi motor dapat kita lihat dengan mudah pada semua sisinya, dapat kita tahan dengan mudah dengan kaki dan dapat kita kuasai dengan tidak membutuhkan banyak ruang dan alat bantu sedangkan mobil tidak bisa kita kendalikan langsung dengan anggota badan kita melainkan hanya bisa dengan alat seperti stir, spion, menoleh, dan karena bodinya besar tidak semua alat bantu tersebut dapat membantu kita menguasai semua sisi mobil dan karena itulah satu-satunya yang bisa kita manfaatkan adalah menggunakan kemampuan feeling. Feeling memang tidak selalu akurat, tapi jusru feelinglah yang banyak dimainkan saat menyetir mobil. Lalu bagaimana agar bisa menggunakan feeling terutama untuk pengemudi pemula, mari kita bahas satu per satu.


Menggunakan alat bantu ketika belum terbiasa dengan feeling

Karena bodi mobil sangatlah besar maka alat bantu seperti spion wajib ada. Pastikan posisi spion memungkinkan Anda dapat melihat bagian belakang mobil dengan mudah, baik spion kiri, kanan, maupun spion lainnya. Saat Anda membawa mobil pada jalan raya yang lurus yang disetai garis marka, Anda dapat melihat posisi mobil baik dari spion kiri maupun dari spion kanan. Perhatikan apakah Anda terlalu mepet atau terlalu ke tengah. Jika terlalu ke kiri Anda perlu memutar stir sedikit ke kanan, begitu juga sebaliknya. Nah setelah posisi sudah ideal, perhatikan jalan di depan, cobalah merasakan bagaimana mobil tersebut berjalan tanpa Anda melihat spion, bagi pemula mulailah beberapa saat saja, lalu sesekali lihatlah spion, apakah masih tepat atau mulai bergeser ke kiri atau ke kanan lagi. Lakukan terus menerus, jika Anda sudah bisa dalam waktu yang terbatas, perpanjang waktunya, jangan melihat spion terlalu cepat, rasakan mobil Anda berjalan jika Anda merasa kurang ke kanan arahkan ke kanan jika Anda merasa kurang ke kiri arahkan ke kiri. Pada akhirnya otak Anda akan terbiasa dengan kondisi ini dan feeling Anda sedikit demi sedikit akan semakin bagus. Semakin Anda terus berlatih maka pada waktunya nanti Anda akan lebih nyaman menggunakan feeling ketimbang melihat spion. Karena spion fungsi utamanya adalah untuk melihat kondisi di sekitar mobil bukan untuk memosisikan mobil saat berjalan normal kecuali untuk kondisi tertentu seperti jalanan sangat sempit.


Pada tikungan cara ini tidak bisa digunakan, karena saat menikung apa yang Anda lihat di spion akan berbeda dengan apa yang sedang dilalui oleh mobil. Oleh karena itu sebelum feeling Anda benar-benar bagus, cara terbaik saat menikung adalah dengan jalan perlahan. Dengan berjalan perlahan, seburuk-buruknya feeling Anda saat ini, tikungan masih dapat dilalui dengan mudah, meskipun awalnya Anda sangat bersusah payah melaluinya.

Memanfaatkan mobil lain yang berada beriringan di depan mobil Anda

Untuk membantu melatih feeling, saat sedang berjalan beriringan dengan mobil lain, Anda bisa memanfaatkannya. Perhatikan apakah mobil di depan berjalan di posisi yang tepat. Jika iya, maka berusahalah memosisikan mobil Anda sama persis dengannya. Anda bisa membayangkan posisi Anda berada di satu garis lurus dengan pengemudi mobil di depan Anda. Bantulah perkiraan Anda tersebut dengan tetap melihat ke spion sampai Anda benar-benar mahir melakukannya.

Berpapasan di jalan atau gang sempit

Saat perpapasan di jalan raya yang disertai marka jalan, Anda tentu dapat dengan mudah memosisikan jalannya mobil, jika Anda sudah berada di sebelah kiri kira-kira 1 sampai 2 kali lebar spion dari garis marka tengah dan begitu juga mobil yang datang dari depan, maka berpapasan sudah aman meskipun mobil berlari cukup kencang. Lain halnya di jalan kecil atau gang sempit, Anda harus mengira-ngira apakah mobil Anda dapat lewat dengan mulus saat berpapasan. Pada kondisi ini kemampuan feeling sangatlah dibutuhkan. Untuk membantu feeling Anda ada beberapa cara, di antaranya jika lebar mobil Anda dan mobil dari depan sama (ada baiknya jika Anda lebih paham dengan berbagai macam model mobil beserta ukurannya terutama lebarnya) maka Anda bisa lihat apakah sisa jalan sama dengan ukuran mobil di depan Anda, jika sedikit lebih besar maka mobil Anda bisa lewat. Jika sama atau lebih kecil maka tidak bisa, untuk itu perlu mencari area jalan yang bahu jalannya bisa dilewati, tapi ingat harus tetap hati-hati karena jalan-jalan kecil di perkampungan biasanya bahu jalannya ditutupi rumput sehingga kita tidak tahu apakah bisa dilewati dengan aman atau justru malah terdapat lobang atau tanahnya miring yang membuat mobil bisa terperosok.

Untuk memastikan perkiraan Anda benar, maka yang paling tepat adalah berjalan dengan perlahan, dengan demikian Anda dapat mengetahui jika ternyata perkiraan Anda kurang tepat dan segera membelokkan mobil atau berhenti sebelum berserempetan dengan mobil dari depan.

Jika jalanan memadai, tidak terlalu lebar tidak juga sempit, Anda cukup memepetkan mobil Anda sedikit di ujung aspal sebelah kiri, hal ini juga akan dilakukan oleh mobil dari depan dan selanjutnya kedua mobil berjalan lurus.

Menyalip kendaraan kecil di depan Anda

Sudah bisa dipastikan jika Anda menggunakan mobil maka Anda harus bisa menyalip dengan baik, berbeda dengan sepeda motor ketika hendak menyalip masih cukup banyak area yang dilewati karena ukurannya kecil. Mobil menyalip meskipun hanya menyalip orang yang sedang bersepeda, untuk jalanan standar Indonesia mau gak mau harus mengambil jalur di sebelah kanan. Jalanan di Indonesia meskipun di tingkat propinsi masih banyak sekali yang ukurannya hanya sekitar 3 kali mobil berjejer atau justru lebih kecil, itu berarti jika di bagi 2 hanya tersisa satu setengah kali lebar mobil. Sepeda atau sepeda motor setidaknya mengambil area jalan 2/3 dari lebar mobil. Jika Anda menyalip setidaknya Anda mengambil 2/3 juga ke sebelah kanan. Oleh karenea itu jika ingin menyalip pada jalan seperti ini khususnya bagi pemula sebaiknya tunggu sampai jalur sebelah kanan tidak ada kendaraan lain terutama mobil, sehingga Anda tidak akan ragu untuk mengambil lajur kanan untuk menyalip kendaraan kecil di depan Anda. Lebih baik menjaga jarak agak jauh daripada terlalu ngepas, takutnya kendaraan di depan tiba-tiba agak berbelok ke kanan, atau seringkali sepeda jalannya tidak lurus (menggak menggok) sehingga beresiko terserempet.

Hal yang sama juga dilakukan jika Anda menyalip mobil juga, untuk jalanan terbatas seperti ini, maka Anda harus mengambil seluruh lajur sebelah kanan. Agar lebih aman, pastikan lajur kanan sedang sepi dari semua kendaraan termasuk sepeda dan sepeda motor.

Mengukur jarak kendaraan atau benda lain di depan mobil

Pada saat memarkir, berjalan merayap, berhenti di jalanan macet atau lampu merah, dll Anda perlu tau seberapa sebaiknya jarak moncong mobil Anda dengan benda-benda tersebut. Memang jika mau aman atur aja jaraknya agak jauh, tapi ini tidaklah tepat, karena jika Anda memarkir mobil areanya sangat terbatas, jika Anda berhenti di depan lampu merah dan Anda paling depan Anda harus dekat dengan garis terdepan, jika Anda berhenti atau berjalan beriringan dengan pelan saat kemacetan Anda harus cukup dekat jika tidak kendaraan di belakang Anda akan meng-klakson Anda terus atau para sepeda motor akan mengambil alih area di depan Anda sampai penuh. Jadi solusi yang paling tepat adalah jarak Anda cukup dekat tapi tidak mepet (ingat ini saat berjalan pelan atau berhenti, bukan pada saat mobil sedang melajut misal diatas 30 km per jam).


Untuk melatihnya ada beberapa kiat, pahami mobil Anda apakah moncongnya pendek atau panjang. Cobalah praktek misal di parkiran seolah Anda sedang berada di jalan raya, aturlah setidaknya mobil Anda berjarak 1 meter atau 1,5 meter dari benda di depan. Jarak 1 meter cukup aman untuk parkir, berhenti di lampu merah atau jalanan macet. Jarak ini juga tidak akan diisi oleh kendaraan lain bahkan sepeda motor sekalipun. Jarak ini juga cukup jika Anda tiba-tiba berubah pikiran dan ingin menyalip kendaraan di depan atau ingin berbelok arah. Dengan memutar stir penuh mobil Anda sudah bisa keluar dari antrian ini. Setelah itu rasakan dan ingat atau lakukan beberapa kali sampai Anda terbiasa, dengan demikian setiap kali Anda menemui kondisi seperti ini Anda dapat berhenti dengan jarak yang seperti itu juga tanpa repot-repot lagi mendongakkan kepala melihat ke depan.
Read more ...

Cara Menguasai Kopling Mobil Trasmisi Manual


Mengemudi mobil dengan transmisi manual bagi sebagian pengemudi terutama pemula yang baru belajar nyetir merupakan hal yang sulit. Meskipun setiap orang merasakan kesulitan yang berbeda-beda, tapi umumnya yang seringkali yang dirasa sulit adalah penggunaan kopling baik saat memulai jalan maupun di tanjakan, ada juga yang kesulitan meluruskan jalannya mobil dan ada pula yang kesulitan bermanuver, baik di tikungan jalan raya maupun berbelok-belok di gang-gang kecil. Hal lain yang juga sering dirasa sulit adalah mengira-ngira atau feeling posisi kiri dan kanan mobil terutama saat jalanan padat, saat berpapasan dengan mobil lain, dan juga saat hendak menyalip kendaraan di depan. Bila disederhanakan, terdapat 3 hal yang seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup sulit, yaitu pengaturan kopling, mengendalikan kemudi/stir, dan feeling ketika menyetir. Parkir tidak saya sebutkan karena sebenarnya parkir membutuhkan ketiga hal tersebut. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai, parkir tentu sangatlah mudah.

Bagaimana caranya agar dapat menguasai kopling?

Sebelum saya jelaskan teknik menggunakannya, saya akan jelaskan dulu sekilas apa itu kopling dan bagaimana cara kerjanya. Saya akan menggunakan bahasa awam agar mudah dimengerti, jadi beberapa hal teknis sebagian akan saya kesampingkan. Perlu Anda ketahui agar mobil dapat berjalan dibutuhkan 3 hal pokok, yaitu putaran mesin, kopling beserta transmisinya (gigi), dan roda mobil. Saat mesin sudah hidup, putaran mesin sekitar 1500 per menit (tergantung jenis kendaraan), yang harus Anda pahami bahwa mesin sudah berputar meskipun mobil belum jalan. Karena putaran mesin belum terhubung ke roda maka roda tidak akan bergerak. Nah yang menghubungkan antara putaran mesin dan roda adalah rangkaian kopling. Putaran mesin, kopling, dan roda akan terhubung jika perseneling ada pada posisi 1, 2, 3, 4, 5, dan R dengan kondisi kopling tidak diinjak. Jika perseneling ada pada posisi N atau pada posisi selain N tapi kopling diinjak penuh, maka putaran mesin, kopling, dan roda tidak terhubung.

Anda mungkin akan bertanya, ada kalanya mobil atau kendaraan lain, saat putaran mesin, kopling, dan roda terhubung, misalkan saja pada perseneling 1, tapi mobil tidak dapat bergerak, padahal mobil masih hidup yang berarti mesin berputar?... Ya, memang benar, bisa saja terjadi ketiganya terhubung tapi mesin tetap berputar dan roda diam. Ini terjadi karena kopling terbuat dari bahan yang dapat bergesek dan didesain sedemikian rupa agar dapat bergesekan saat bekerja, artinya tidak mengunci, sehingga pada kondisi tertentu, seperti beban sangat berat atau beban biasa tapi di posisi tanjakan. Ketika itu mesin berputar tapi tidak kuat untuk memutar roda, sehingga yang terjadi adalah kopling saja yang berputar dengan kecepatan lebih rendah dari putaran mesin dan kopling akan bergesekan terus dengan bagian yang menghubungkan ke putaran mesin dan bagian yang menghubungkan ke roda. Pada kondisi ini putaran mesin harus ditambah dengan menginjak gas agar mampu mengimbangi beban sehingga roda dapat bergerak.

Anda juga tentu kadang bertanya kenapa jika kopling dilepas mendadak mesin akan mati?... tentu saja, Anda bisa bayangkan bahwa mesin berputar itu merupakan suatu ketaraturan dari menggabungkan udara dan bahan bakar dan memasukkan ke ruang bakar kemudian dibakar dengan percikan dari busi lalu mendorong piston dan kemudian sisa pembakaran dibuang, lalu tiba-tiba kopling mendadak menghubungkan roda yang diam dengan mesin yang berputar 1500 putaran per menit. Meskipun sebenarnya kopling dapat bergesek, tapi sebelum gesekan terjadi mesin sudah tidak dapat beroperasi. Terhubung secara mendadak berarti aktivitas mesin dipaksa berhenti sejenak sehingga bahan bakar belum sempat tercampur dengan udara, atau tidak sempat dimasukkan ke ruang bakar, atau belum sempat dibakar oleh percikan busi. Dengan kondisi ini bagaimana mobil bisa tetap hidup?... Akan berbeda jika kopling diangkat perlahan, pada kondisi ini kopling sedikit demi sedikit dirapatkan dan pada kondisi ini gesekan yang terjadi pada kopling akan lebih besar dan inilah yang akan mencegah terganggunya aktivitas mesin. Pada kondisi yang sama roda juga secara bertahap mulai bergerak karena kopling sudah berputar meskipun pelan karena sebagian putaran terbuang sia-sia saat terjadi gesekan, nah semakin bertambah putaran roda itu berarti semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Secara terus menerus kopling terus diangkat perlahan, dan secara bersamaan kecepatan roda juga semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Pada kondisi seperti ini tidak ada yang menghambat aktivitas mesin. Mesin tetap dapat mencampur udara dan bahan bakar, kemudian dibakar dengan percikan busi, kemudian piston terdorong karena tenaga ledakan bahan bakar, memutar poros engkol, dan sisa bahan bakar dibuang. Mesin terus bekerja tanpa gangguan. Pada akhirnya kopling akan terhubung dengan sempurna. Jika sudah terhubung dengan sempurna, gas dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanpa memainkan kopling lagi.

Berikut ini saya jelaskan tahapan-tahapan pada kondisi tertentu dimana kita membutuhkan kemampuan menggunakan kopling dengan benar:

Memulai menjalankan mobil:
- Injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 1
- Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas
- Angkat kopling perlahan sampai mobil mulai bergerak
- Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
- Tambah kecepatan mobil dengan menginjak gas perlahan
- Selanjutnya tidak perlu lagi kopling kecuali akan berpindah ke gigi lain

Berpindah ke gigi 2 saat mobil berjalan:
- Perhatikan indikator RPM mesin
- Jika sudah melewati angka 2 (berarti sudah melebihi 2000 putaran per menit) maka sudah cukup untuk berganti ke gigi 2
- Angkat gas penuh agar putaran mesin kembali turun
- Setelah itu langsung injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 2
- Angkat kopling perlahan hingga setengahnya
- Injak gas perlahan sambil mengangkat kopling hingga terangkat penuh

Kunci utama dari fungsi kopling adalah menjaga keseimbangan antara putaran mesin dan putaran roda, itulah sebabnya pergantian dari gigi 1 ke 2 dan seterusnya akan semakin mudah karena roda sudah berputar mengikuti putaran mesin sehingga mengangkat kopling sedikit lebih cepat tidak akan mematikan mesin. Berbeda dengan dari netral ke gigi 1 (saat akan memulai jalan) dimana posisi roda diam sedangkan mesin sudah berputar, maka sangat dibutuhkan mengangkat kopling dengan perlahan sampai roda berputar dengan putaran yang cukup untuk mengimbangi putaran mesin.

Untuk beban penumpang yang cukup berat atau jalanan di depan langsung tanjakan, maka saat gigi 1 dan Anda mulai mengangkat kopling perlahan, Anda harus bantu dengan menginjak gas perlahan hingga mobil dapat bergerak dengan mudah.
Langkahnya seperti berikut:
- Injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 1
- Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas dulu
- Angkat kopling perlahan sambil menginjak gas perlahan sampai mobil mulai bergerak
- Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
- Tambah kecepatan mobil dengan menginjak lagi gas perlahan

Merayap di jalanan macet dengan kondisi jalan datar:
- Gunakan gigi 1 setiap jalanan macet
- Tidak perlu digas, hanya dengan mengangkat kopling mobil sudah dapat berjalan merayap, perlu diingat mengangkat kopling hingga penuh sebenarnya masih terlalu cepat untuk jalanan yang sangat macet, jadi terkadang Anda hanya cukup mengangkat kopling setengah atau lebih sedikit untuk menimbangi begitu pelannya jalan saat sedang macet parah.
- Jika sebentar-sebentar berhenti dan sebentar-sebentar jalan, biarkan tetap di gigi 1, cukup injak kopling penuh saat berhenti

Kondisi awal berhenti, lalu mulai jalan lagi:
- Injak kopling penuh, pindahkan ke gigi 1 jika sebelumnya netral
- Angkat kopling perlahan dan tahan, biasanya jalan macet hanya membutuhkan setengah kopling atau kurang. Jika Anda teruskan mengangkat kopling penuh, mobil berjalan terlalu cepat.

Jika ingin menghentikan mobil yang berjalan merayap:
- Injak kopling perlahan, tidak perlu sampai penuh, mobil akan berhenti dengan sendirinya

Jadi pada jalanan macet parah, kita hanya memainkan kopling atau setengah kopling saja, sesekali dibutuhkan rem jika kendaraan di depan mendadak berhenti. Teknik mengerem akan dijelaskan kemudian.

Kondisi awal berjalan dengan perseneling 3, kemudian di depan akan berhenti di perempatan/lampu merah:
- Kurangi kecepatan dengan mengangkat gas perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah cukup dekat angkat gas sampai penuh
- Mobil akan berkurang kecepatannya, tapi harus tetap di rem. Injak rem perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah semakin dekat, injak rem agak dalam tapi jangan sampai penuh.
- Perhatikan lajunya kendaraan, jika sudah hampir pelan, Anda harus menginjak kopling, dan tetap teruskan pengereman hingga mobil berhenti secara perlahan
- Jika ingin terus berhenti pindahkan ke perseneling netral
- Jika ingin berjalan pelan mendekati posisi tertentu di depan (misal merapat ke antrian di perempatan, atau perlahan mendekati persimpangan) pindahkan ke gigi 1

Penting untuk diingat, jika Anda ingin mengerem mobil, jangan menginjak kopling saat mobil pada kecepatan yang lumayan, misal masih 30 km per jam, karena mobil akan lebih meluncur ke depan. Hal ini terjadi karena mobil yang sedang berjalan memiliki daya dorong yang cukup besar, tetapi lajunya mobil masih dikendalikan oleh putaran mesin (engine brake). Nah saat Anda menginjak kopling, mobil justru meluncur karena tidak ada penahan, luncuran ini (putaran roda) lebih cepat dari putaran mesin. Oleh karena itu Anda harus mengurangi gas dan melakukan rem terlebih dahulu, sampai mobil berjalan pelan baru kemudian Anda menginjak kopling. Ini berlaku sama jika Anda menuruni tanjakan. Mobil akan lebih meluncur lagi karena ditambah gaya grafitasi. Jadi Anda harus lebih hati-hati, jangan pernah menginjak kopling saat menuruni tanjakan, gunakan saja rem. Kecuali Anda akan berhenti di posisi turunan, kopling boleh diinjak saat mobil sudah mau berhenti dan tetap siaga dengan rem kaki dan rem tangan sampai mobil benar-benar berhenti.

Memainkan kopling saat merayap atau macet ditanjakan atau di posisi perempatan, ada beberapa kondisi seperti jalanan yang hanya miring sedikit, kondisi lain jalanan sangat miring. Perlu diingat, meskipun kemiringan jalan hanya sedikit sekali, mobil akan tetap mundur, dan kadang Anda tidak menyadari bahwa jalan miring sampai Anda merasakan ternyata mobil justru mundur. Jadi ingat, selalu perhatikan kondisi jalan saat berhenti dan selalu rasakan apakah mobil Anda mundur.

Memainkan kopling saat berhenti di perempatan dengan jalan miring sedikit (menanjak):
- saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh dan pindahkan ke gigi 1
- jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur
- pastikan Anda sudah mengangkat kopling perlahan dan sedikit saja sesaat mobil mulai berhenti sebelum terjadi mundur. pada kondisi ini jika belum terbiasa mobil akan bolak balik maju mundur, usahakan cari posisi kopling yang pas agar mobil berhenti, caranya jika mobil masih maju, injak kopling sedikit secara halus, jika mobil mundur lakukan sebaliknya, angkat kopling sedikit secara halus. Pada kondisi jalan yang hanya miring sedikit, gas tidak perlu diinjak sama sekali. Untuk berjaga-jaga dari kesalahan seperti terlalu mundur atau terlalu maju saat Anda belum menguasainya, Anda boleh meletakkan kaki kanan di atas rem. Tapi selalu ingat, pada kondisi mobil pelan atau hampir berhenti, selalu injak kopling sebelum megerem agar mobil tidak mati.

Memainkan kopling saat berhenti/macet/merayap di jalan dengan tanjakan menengah:

- saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh pindahkan ke gigi 1
- jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur, dan kondisi ini akan lebih cepat terjadi mundur karena jalan lebih menanjak
- Segera angkat kopling perlahan sebelum mobil mulai berhenti sambil dibantu dengan gas sedikit, semakin curam tanjakan semakin perlu ditambah gas
- Atur kopling dan gas secara halus agar mobil tidak maju dan tidak mundur

Kemampuan mengatur kopling tidak hanya dibutuhkan di jalan raya yang menanjak, tetapi juga pada saat parkir yang posisinya juga miring, misal di halaman pertokoan.

Memarkir mobil di depan pertokoan dengan area sedikit miring dan bagian area yang dekat jalan/trotoar cukup curam bisa dilakukan sbb:
- Gunakan gigi 1 sebelum menaiki area parkir
- Karena antara jalan dan trotoar kemiringannya cukup curam dan posisi cukup tinggi maka saat Anda mengangkat kopling secara bersamaan bantu dengan menginjak gas perlahan
- Hingga mobil menaiki trotoar lepaskan gas, selanjutnya cukup gunakan kopling saja untuk menjalankan mobil
- Karena posisi area juga miring meskipun sedikit, maka mobil bisa mundur jika Anda menekan kopling terlalu dalam saat ingin menghentikan mobil, oleh karena itu cukup tekan perlahan hingga mobil berhenti
- Atur posisi mobil agar lurus, jika sudah pas, tarik rem tangan dan ganti perseneling ke gigi netral

Demikianlah berbagai macam cara menguasai menggunakan kopling pada mobil bertransmisi manual, seperti yang saya sebutkan di atas ada tiga hal pokok yang penting untuk dikuasai agar mahir menyetir mobil, salah satunya yaitu penguasaan terhadap kopling sudah dibahas, pada lain kesempatan akan saya jelaskan juga bagaimana menguasai kemudi/stir dan feeling sisi kiri dan kanan mobil pada berbagai kondisi. Selamat belajar mengemudi.
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates